Revaldi, Ahmad (2026) ANALISIS SEMIOTIKA PADA LIRIK LAGU "PUTIH" KARYA GRUP BAND EFEK RUMAH KACA. Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (Fuilltext)
Ahmad revaldi_2270201072_FullText.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
Ahmad Revaldi_2270201072_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK+BAB 1)
Ahmad Revaldi_2270201072_ABSTRAK+BAB1.pdf - Submitted Version Download (604kB) |
|
|
Text (BAB 2)
Ahmad Revaldi_2270201072_BAB2.pdf - Submitted Version Download (514kB) |
|
|
Text (BAB 3)
Ahmad Revaldi_2270201072_BAB3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (697kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
Ahmad Revaldi_2270201072_BAB4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (445kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
Ahmad Revaldi_2270201072_BAB5.pdf - Submitted Version Download (391kB) |
|
|
Text (Ref+Lamp)
Ahmad Revaldi_2270201072_REF.pdf - Submitted Version Download (509kB) |
Abstract
Lirik lagu merupakan sistem tanda yang memuat lapisan makna literal, kultural, dan ideologis. Penelitian ini mengkaji lirik lagu "Putih" karya Efek Rumah Kaca, komposisi berdurasi hampir sepuluh menit dari album Sinestesia (2015) yang memuat dua narasi dialektis, "Tiada" (kematian) dan "Ada" (kelahiran), dan belum pernah dianalisis secara holistik melalui kerangka semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna semiotika lirik "Putih" melalui tiga lapisan makna Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, dengan metode kualitatif deskriptif berpendekatan semiotika, menggunakan sepuluh bait lirik sebagai unit analisis yang bersumber dari platform resmi, dianalisis bertahap melalui ketiga tingkatan makna secara berurutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotasi, lirik "Putih" menyajikan narasi literal yang utuh dan berurutan, mulai dari peristiwa menjelang kematian, prosesi tahlilan, refleksi filosofis tentang kematian, hingga peristiwa kelahiran dan harapan masa depan. Pada tataran konotasi, ditemukan tiga kelompok muatan makna, yaitu konotasi religius, konotasi alam dan harapan, serta konotasi emosional berupa perpaduan suka cita dan kerapuhan batin. Pada tataran mitos, teridentifikasi sepuluh mitos yang mengikuti sepuluh unit bait, mulai dari mitos kematian sebagai jalan menuju Tuhan hingga mitos keabadian nilai kebenaran, yang menaturalisasikan satu ideologi tentang kehidupan sebagai siklus berkesinambungan sekaligus membentuk cara pandang kolektif masyarakat Indonesia terhadap kematian dan kelahiran, meski referensi intertekstual pada Wiji Thukul turut menyisipkan celah kritis di tengah naturalisasi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu "Putih" bukan sekadar karya musik populer, melainkan teks budaya yang merefleksikan dan membentuk cara pandang masyarakat Indonesia terhadap kematian, kelahiran, dan hakikat hidup melalui naturalisasi nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya lokal
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Hafri Yuliani, M.I.Kom |
| Uncontrolled Keywords: | Semiotika, Denotasi, Konotasi, Mitos |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 08-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201-(S1) Ilmu Komunikasi 08-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201-(S1) Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | 08-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201-(S1) Ilmu Komunikasi Subjek Terkait > 08-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201-(S1) Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Mrs Siti Fathonah |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 02:55 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 02:55 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/4608 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

