Yeni, Amelia sari (2026) PENEGAKAN HUKUM PEMBUKTIAN DALAM PERKARA ODGJ PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI DI POLRES MUKOMUKO). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (FULLTEXT)
YENI AMELIA SARI_2274201012_FULLTEXT.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (TURNITIN)
YENI AMELIA SARI_2274201012_TURNITIN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK + BAB1)
YENI AMELIA SARI_2274201012_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
YENI AMELIA SARI_2274201012_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 3)
YENI AMELIA SARI_2274201012_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
YENI AMELIA SARI_2274201012_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (844kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
YENI AMELIA SARI_2274201012_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (844kB) |
|
|
Text (REF + LAMP)
YENI AMELIA SARI_2274201012_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (963kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses penyidik Kepolisian Resor Mukomuko dalam menetapkan pelaku tindak pidana pembunuhan yang diduga mengalami gangguan jiwa sebagai tersangka serta menganalisis dasar pertimbangan hukum penyidik dalam menetapkan status tersangka sebelum diperoleh hasil pemeriksaan kejiwaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan penyidik Polres Mukomuko dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Seluruh data dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyidikan terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang diduga mengalami gangguan jiwa tetap dilaksanakan sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yaitu melalui tahapan penerimaan laporan, tindakan pertama di tempat kejadian perkara, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi, ahli dan tersangka, penetapan tersangka, penangkapan atau penahanan, serta pelimpahan berkas perkara kepada penuntut umum. Penetapan status tersangka dilakukan berdasarkan terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014, sehingga tidak harus menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan. Pemeriksaan kejiwaan melalui Visum et Repertum Psychiatricum dilakukan setelah terdapat indikasi gangguan jiwa dan berfungsi sebagai alat bukti keterangan ahli untuk menilai kemampuan pelaku dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pidana. Dengan demikian, dugaan adanya gangguan jiwa tidak menghalangi proses penyidikan maupun penetapan tersangka, melainkan menjadi dasar untuk menentukan pertanggungjawaban pidana pelaku pada tahap pembuktian di persidangan. Kata Kunci: Penegakan Hukum, Pembuktian, ODGJ, Pembunuhan, Penyidikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Hendri Padmi S.H,M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Penegakan Hukum, Pembuktian, ODGJ, Pembunuhan, Penyidikan. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Sarah Mentari Utama |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 03:58 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 03:58 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/5325 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

