Arista, Ferdyan (2026) REKONTRUKSI KRITERIA LUKA BERAT DALAM PASAL 44 UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA. Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (FULLTEXT)
FERDYAN ARISTA_2274201032_FULLTEXT.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (TURNITIN)
FERDYAN ARISTA_2274201032_TURNITIN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK + BAB 1)
FERDYAN ARISTA_2274201032_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 2)
FERDYAN ARISTA_2274201032_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 3)
FERDYAN ARISTA_2274201032_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
FERDYAN ARISTA_2274201032_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
FERDYAN ARISTA_2274201032_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (964kB) |
|
|
Text (REF + LAMP)
FERDYAN ARISTA_2274201032_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis rekonstruksi kriteria “luka berat” dalam Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta mengetahui kendala penyidik dalam menentukan unsur “luka berat” pada tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Polres Kota Bengkulu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya penjelasan yang rinci dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 mengenai indikator atau parameter yang dapat digunakan untuk menentukan suatu luka sebagai luka berat. Kondisi tersebut menyebabkan aparat penegak hukum harus melakukan interpretasi berdasarkan hasil pemeriksaan medis, fakta penyidikan, serta ketentuan hukum lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan penyidik yang menangani perkara kekerasan dalam rumah tangga di Polres Kota Bengkulu Kota Bengkulu dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, serta Putusan Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor 11/Pid.Sus/2026/PN Bgl. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kriteria luka berat dalam penerapan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dilakukan dengan mempertimbangkan hasil Visum Et Repertum, letak luka, tingkat keparahan luka, dampak terhadap kondisi korban, serta risiko terhadap keselamatan jiwa korban. Meskipun Visum Et Repertum tidak secara tegas menyebutkan luka berat, penyidik tetap melakukan penilaian berdasarkan keseluruhan fakta yang ditemukan. Adapun kendala penyidik dalam menentukan unsur luka berat meliputi tidak adanya indikator yang jelas dalam Undang-Undang PKDRT, Visum Et Repertum yang tidak selalu memberikan klasifikasi luka berat, perbedaan penilaian medis dan hukum, kondisi psikologis korban, serta keterbatasan alat bukti pendukung
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Hendi Sastra Putra, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Penyidikan, Luka Berat, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Rekonstruksi Kriteria |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Sarah Mentari Utama |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 02:52 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 02:52 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/5034 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

