Saputra, Aditya Dwi (2026) ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN ALAT BUKTI VISUM ET REPERTUM DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (STUDI PUTUSAN NOMOR 159/PID.SUS/2025/PN CRP). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (FULLTEXT)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_FULLTEXT.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (TURNITIN)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_TURNITIN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK+BAB 1)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB 3)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (Ref+Lamp)
ADITYA DWI SAPUTRA_2274201101_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Dalam pembuktian tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Visum et Repertum (VeR) lazim difungsikan sebagai alat bukti surat, terutama karena perkara semacam ini umumnya berlangsung di ruang privat sehingga saksi jarang tersedia. Persoalannya, kapasitas ilmiah VeR sebatas menggambarkan kondisi medis korban, sementara dalam praktik ia kerap ikut menjadi acuan untuk menentukan terpenuhinya unsur pidana sesuatu yang berada di luar batas keilmuannya. Kesenjangan inilah yang menjadi titik tolak penelitian ini, dengan tujuan mengkaji kedudukan VeR sebagai alat bukti serta pertimbangan hakim dalam memanfaatkannya untuk membuktikan tindak pidana KDRT pada Putusan Nomor 159/Pid.Sus/2025/PN Crp. Kajian dilakukan melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa VeR Nomor 040/085/A.2/RM/VII/2025 berkedudukan sebagai alat bukti surat sebagaimana dimaksud Pasal 187 huruf c KUHAP, bukan sebagai keterangan ahli maupun alat bukti petunjuk yang berdiri sendiri. Kekuatan VeR dalam menyelesaikan perkara ini bersifat korroboratif: VeR hanya membuktikan fakta medis berupa luka, sedangkan penentuan pelaku bertumpu pada persesuaiannya dengan keterangan Saksi 1 dan keterangan Terdakwa sebagai petunjuk menurut Pasal 188 KUHAP, serta pada pemenuhan syarat minimum pembuktian menurut Pasal 55 UU PKDRT jo. Pasal 183 KUHAP. Di sisi lain, Majelis Hakim menerima dan menempatkan VeR tersebut dalam konstruksi pembuktian tanpa secara eksplisit membahas kesenjangan antara kesimpulan VeR dan keterangan saksi korban yang justru menyatakan bahwa dampak kekerasan tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-harinya. Atas dasar temuan ini, penelitian merekomendasikan penegasan normatif mengenai kedudukan VeR sebagai alat bukti korroboratif dalam perkara KDRT, serta pola penguraian pertimbangan hakim yang lebih eksplisit dalam mengorelasikan simpulan medis dengan alat bukti lain.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Fahmi Arisandi, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Visum et Repertum, Alat Bukti, Pembuktian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Hesti Ayu |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 06:34 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 06:34 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/4851 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

