Sartika, Hesti (2026) TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN PENGLAK DAN HANTARAN DALAM SISTEM PERKAWINAN ADAT REJANG DI DESA KEMBANG SERI, KABUPATEN KEPAHIANG. Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (FULLTEXT)
HESTI SARTIKA_2274201114_FULLTEXT.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
HESTI SARTIKA_2274201114_TURNITIN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 1)
HESTI SARTIKA_2274201114_ABSTRAK-BAB 1.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text (Bab 2)
HESTI SARTIKA_2274201114_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 3)
HESTI SARTIKA_2274201114_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 4)
HESTI SARTIKA_2274201114_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 5)
HESTI SARTIKA_2274201114_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (Referensi+Lampiran)
HESTI SARTIKA_2274201114_Ref-Lamp.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Kedudukan Penglak dan Hantaran dalam sistem perkawinan adat Rejang di Desa Kembang Seri, Kabupaten Kepahiang, serta menelaah kedudukannya dari perspektif hukum. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana kedudukan Penglak dan Hantaran dalam perkawinan adat Rejang serta bagaimana tinjauan yuridis pelaksanaan tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan Penglak dan Hantaran dalam sistem perkawinan adat Rejang serta menjelaskan keterkaitannya dengan hukum adat dan hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris murni dengan pendekatan empiris menurut teori Ade Saptomo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penglak dan Hantaran dalam sistem perkawinan adat Rejang di Desa Kembang Seri merupakan perkembangan dari praktik adat pemberian dan kesepakatan dalam rangkaian perkawinan yang telah dikenal dalam masyarakat Rejang. Meskipun literatur adat Rejang tidak secara langsung mengatur Penglak dan Hantaran dalam bentuk sebagaimana yang berlaku saat ini, terdapat kesinambungan nilai adat berupa pemberian, kesepakatan, penghormatan, dan tanggung jawab. Dalam praktiknya, Penglak dan Hantaran ditentukan melalui Behasen sebagai musyawarah adat antara kedua keluarga dengan melibatkan tokoh adat. Oleh karena itu, Penglak dan Hantaran berkedudukan sebagai norma hukum adat yang hidup (living law) yang memperoleh legitimasi dari kesepakatan dan penerimaan masyarakat adat Rejang. Tinjaan yuridis Penglak dan Hantaran tidak diatur secara khusus dalam peraturan perundang-undangan sebagai syarat sah perkawinan. Pelaksanaan Penglak dan Hantaran juga menunjukkan adanya hubungan yang berjalan berdampingan antara hukum adat, hukum nasional, dan hukum Islam. Dengan demikian, Penglak dan Hantaran tetap dilaksanakan sebagai kewajiban adat sepanjang disepakati oleh para pihak dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Dr. Sinung Mufti Hangabei, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Penglak, Hantaran, Perkawinan Adat Rejang, Hukum Adat, Tinjauan Yuridis. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Meri Susanti R |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 03:43 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 03:43 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/4201 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

