Palogi, Pepria (2026) Penyelesaian sengketa ganti rugi akibat hewan peliharaan yang merusak kebun warga ditinjau dari hukum adat serawai dan hukum perdata. Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (FULLTEXT)
PEPRIA PALOGI_2074201108_Fulltext.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (TURNITIN)
PEPRIA PALOGI_2074201108_TURNITIN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK+BAB 1)
PEPRIA PALOGI_2074201108_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
PEPRIA PALOGI_2074201108_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB 3)
PEPRIA PALOGI_2074201108_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
PEPRIA PALOGI_2074201108_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
PEPRIA PALOGI_2074201108_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (824kB) |
|
|
Text (Ref+Lamp)
PEPRIA PALOGI_2074201108_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat salah satunya adalah sengketa ganti rugi akibat hewan peliharaan yang merusak kebun warga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyelesaian sengketa ganti rugi akibat hewan peliharaan yang merusak kebun warga menurut hukum adat Serawai dan hukum perdata di Desa Gelumbang Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dan apa saja faktor penghambat dalam proses penyelesaian sengketa ganti rugi akibat hewan peliharaan yang merusak kebun warga menurut mekanisme hukum adat Serawai dan hukum perdata di Desa Gelumbang Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Selaras dengan tujuannya, penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Dalam penelitian ini diketahui bahwa penyelesaian sengketa ganti rugi akibat hewan peliharaan yang merusak kebun warga di Desa Gelumbang, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan menunjukkan bahwa mekanisme hukum adat Serawai dan hukum perdata saling melengkapi. Dan penghambat dalam proses penyelesaian sengketa ganti rugi akibat hewan peliharaan yang merusak kebun warga di Desa Gelumbang, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan meliputi rendahnya kesadaran hukum masyarakat mengenai tanggung jawab pemilik hewan, perbedaan orientasi antara hukum adat Serawai yang menekankan musyawarah dan pemulihan hubungan sosial dengan hukum perdata yang menekankan pertanggungjawaban individual dan pembuktian kelalaian, ketidakjelasan standar penentuan ganti rugi dalam hukum adat, kesulitan pembuktian kerugian, keterbatasan ekonomi dan akses terhadap lembaga peradilan, lemahnya mekanisme pelaksanaan keputusan adat, serta faktor budaya dan psikologis seperti rasa malu dan gengsi, sehingga keseluruhan hambatan ini membuat penyelesaian sengketa cenderung lambat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Hendi Sastra Putra, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Nilai Akhlak, Anak Usia Dini |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Meri Susanti R |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 00:56 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 00:56 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/4029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

