RIX, MAIKEL JHORDAN (2026) PERALIHAN ASET DIGITAL PASKA KEMATIAN PEWARIS (STUDI OBJEK WARISAN KEBENDAAN DALAM BENTUK CRYPTOCURRENCY). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (Fulltext)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_Fulltext.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK+BAB1)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB 3)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (REF + LAMPIRAN)
MAIKEL JHORDAN RIX_2274201076_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Kemajuan teknologi digital, terutama dengan hadirnya cryptocurrency sebagai salah satu bentuk aset digital, telah memunculkan permasalahan hukum baru dalam ranah kewarisan di Indonesia. Kerangka hukum perdata yang berlaku saat ini belum secara tegas mengatur status maupun tata cara pewarisan aset digital yang memiliki karakter tidak berwujud, bersifat terdesentralisasi, serta mengandalkan sistem keamanan kriptografi. Situasi tersebut menimbulkan ketidakjelasan hukum bagi para ahli waris dalam memperoleh akses dan melakukan pengalihan aset setelah pemiliknya meninggal dunia. Dengan demikian, penelitian ini diarahkan untuk menelaah kedudukan hukum aset digital dalam perspektif hukum perdata Indonesia sekaligus mengkaji keterbatasan KUHPerdata dalam mengakomodasi proses pewarisan aset cryptocurrency. Penelitian ini menerapkan metode yuridis normatif dengan memanfaatkan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), serta pendekatan komparatif (comparative approach). Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang meliputi berbagai peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan jurnal ilmiah yang relevan. Selanjutnya, data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode penafsiran sistematis, teleologis, serta analogi guna menjembatani kekosongan norma hukum yang ada. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual, aset digital berupa cryptocurrency dapat dikategorikan sebagai objek warisan melalui penafsiran luas terhadap Pasal 499 KUHPerdata, karena memenuhi kriteria sebagai benda yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dialihkan. Meskipun demikian, KUHPerdata belum mampu memberikan kepastian hukum yang menyeluruh karena belum mengatur secara spesifik mengenai klasifikasi, akses, maupun mekanisme pengalihan aset digital tersebut. Ketiadaan pengaturan ini menimbulkan kendala praktis bagi para ahli waris, khususnya dalam hal akses terhadap private key serta sistem pada platform digital. Oleh sebab itu, diperlukan pembaruan regulasi yang bersifat adaptif dan komprehensif untuk menjamin kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dalam proses pewarisan aset digital di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing :Hendi Sastra Putra, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Aset Digital, Cryptocurrency, Hukum Waris |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Hesti Ayu |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 02:35 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 02:35 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/3571 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

