ARIYANI, VIVI (2026) TINJAUAN YURDIS PROSES PENYIDIKAN DALAM PEMBUKTIAN UNSUR PIDANA PADA KASUS PEMERASAN OLEH DEBT COLLECTOR. Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (fulltexs)
VIVI ARIYANI_2274201065_Fulltext.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (turnitin)
VIVI ARIYANI_2274201065_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (abstrak + Bab 1)
VIVI ARIYANI_2274201065_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (Bab 2)
VIVI ARIYANI_2274201065_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 3)
VIVI ARIYANI_2274201065_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 4)
VIVI ARIYANI_2274201065_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 5)
VIVI ARIYANI_2274201065_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (962kB) |
|
|
Text (Ref + Lampiran)
VIVI ARIYANI_2274201065_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses penyidikan dalam membuktikan unsur pidana pada tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh debt collector serta kendala yang dihadapi penyidik dalam proses pembuktian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan penyidik Kepolisian yang menangani perkara pemerasan oleh debt collector dan data sekunder yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, serta putusan pengadilan yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyidikan tindak pidana pemerasan oleh debt collector dilakukan melalui tahapan penerimaan laporan korban, pemeriksaan korban dan saksi, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan tersangka, serta gelar perkara untuk memastikan terpenuhinya unsur Pasal 368 KUHP. Penyidik harus membuktikan adanya unsur ancaman, kekerasan, dan pemaksaan yang menyebabkan korban menyerahkan kendaraan karena rasa takut dan tekanan dari pelaku. Dalam praktiknya, proses pembuktian tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti sulitnya membuktikan unsur ancaman dan pemaksaan, kurangnya saksi dan alat bukti elektronik, korban yang takut memberikan keterangan karena khawatir didatangi kembali oleh debt collector, serta adanya anggapan masyarakat bahwa penarikan kendaraan oleh debt collector merupakan hal yang biasa terjadi dalam penagihan kredit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tindakan penagihan utang yang dilakukan dengan ancaman, intimidasi, maupun kekerasan telah memenuhi unsur tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian penyidik dalam proses pembuktian serta kesadaran masyarakat untuk segera melaporkan tindakan debt collector yang melanggar hukum. Kata Kunci : Penyidikan, Pemerasan, Debt Collector, Pembuktian, Tindak Pidana.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Rangga Jayanuarto, S.H.,M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Penyidikan, Pemerasan, Debt Collector, Pembuktian, Tindak Pidana. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Hesti Ayu |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 03:25 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 03:25 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/3473 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

