ARWANDA, VINDY (2025) PERAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PROSES PENYIDIKAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (STUDI KASUS : KEPOLISAN DAERAH BENGKULU). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (Fulltext)
VINDY ARWANDA_2174201001_Fulltext.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
VINDY ARWANDA_2174201001_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK + BAB 1)
VINDY ARWANDA_2174201001_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB 2)
VINDY ARWANDA_2174201001_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (384kB) |
|
|
Text (BAB 3)
VINDY ARWANDA_2174201001_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (319kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
VINDY ARWANDA_2174201001_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (454kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
VINDY ARWANDA_2174201001_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (309kB) |
|
|
Text (Ref + Lamp)
VINDY ARWANDA_2174201001_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (757kB) |
Abstract
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan tindak pidana yang banyak terjadi di ruang privat dan seringkali sulit dibuktikan karena minimnya saksi atau bukti langsung. Dalam konteks ini, Visum Et Repertum (VeR) memegang peranan penting sebagai alat bukti dalam proses penyidikan, khususnya dalam pembuktian adanya kekerasan fisik yang dialami oleh korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Visum Et Repertum sebagai alat bukti dalam proses penyidikan kasus KDRT di Polda Bengkulu, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi naik atau tidaknya kasus KDRT ke tahap penyidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Bengkulu dan dokter forensik RS Bhayangkara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan, peraturan perundang-undangan, buku referensi, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Visum Et Repertum berfungsi sebagai alat bukti medis yang objektif dan sah, yang mendukung keterangan korban dalam proses penyidikan. VeR sangat menentukan arah proses hukum, terutama dalam kasus yang tidak disertai saksi langsung. Namun, terdapat berbagai faktor yang memengaruhi tidak naiknya kasus KDRT ke tahap penyidikan, di antaranya adalah tidak adanya visum, pencabutan laporan oleh korban, korban yang tidak kooperatif, serta adanya tekanan dari keluarga dan lingkungan sekitar untuk menyelesaikan perkara secara damai
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Riri Tri Mayasari, S.H.,M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Alat Bukti, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Penyidikan, PPA Polda Bengkulu, Visum Et Repertum |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Hildayani Hildayani |
| Date Deposited: | 22 May 2026 03:48 |
| Last Modified: | 22 May 2026 03:48 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/2694 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

