Duri, Rani Novita (2025) Analisis Perbandingan Quality of Service dengan Standarisasi Tiphon: Metode Simple Queue dan Per Connection Queue. Analisis Perbandingan Quality of Service dengan Standarisasi Tiphon: Metode Simple Queue dan Per Connection Queue, Vol.20 (No.1). pp. 1-17. ISSN 2528-0082
|
Text (Artikel)
1.+Karisma-2027-Publish (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
Rani Novita Duri-Revisi-turnitin.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penggunaan layanan internet terus meningkat dari tahun ke tahun, khususnya di Indonesia, dengan jumlah pengguna internet mencapai 5,53 miliar jiwa. Internet memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bisnis, dan hiburan. Dalam bidang pendidikan, internet digunakan untuk mendukung aktivitas akademik, penelitian, dan administrasi. Oleh karena itu, layanan internet yang optimal dan stabil sangat dibutuhkan. Namun, permasalahan yang sering dihadapi adalah lambatnya jaringan dan tidak meratanya alokasi bandwidth terutama di Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan kecepatan rata-rata jaringan hanya mencapai 58,21 kbps, sementara kebutuhan ideal untuk aktivitas akademik membutuhkan minimal 256 kbps. Sehingga menghambat aktivitas akademik dalam mengakses informasi dan data. Manajemen bandwidth merupakan solusi yang dapat diterapkan untuk mengontrol dan mengatur alokasi bandwidth secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode antrean (queue), yaitu simple queue dan PCQ, dalam manajemen bandwidth. Selain itu, peneliti juga menambahkan pembatasan pada layanan YouTube untuk meningkatkan kualitas jaringan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah action research (AR), dengan tahapan meliputi diagnosis, rencana tindakan, tindakan, evaluasi, dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simple queue meningkatkan throughput, delay, dan jitter lebih konsisten dibandingkan PCQ di hampir semua kondisi. Meskipun peningkatan performa jaringan tidak drastis, metode ini efektif menjaga kualitas layanan. PCQ menunjukkan throughput lebih tinggi, terutama saat beban rendah, dengan 784,07 kbps dibandingkan simple queue sebesar 136,36 kbps. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan solusi bagi administrator jaringan dalam pemilihan metode manajemen bandwidth sesuai dengan tujuan jaringan, di mana simple queue menjaga kestabilan, sedangkan PCQ unggul dalam pemerataan bandwidth saat beban rendah, khususnya jaringan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Additional Information: | Artikel ini sudah terbit pada Jurnal Processor VOL. 20, No. 1, April 2025. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Quality of Service; PCQ; Simple queue; Manajemen Bandwidth; Tiphon. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 02-Fakultas Teknik > 55201-(S1) Teknik Informatika 02-Fakultas Teknik > 55201-(S1) Teknik Informatika |
| Divisions: | 02-Fakultas Teknik > 55201-(S1) Teknik Informatika Subjek Terkait > 02-Fakultas Teknik > 55201-(S1) Teknik Informatika |
| Depositing User: | Mrs Atika Ledia Anggraini |
| Date Deposited: | 20 May 2026 02:13 |
| Last Modified: | 20 May 2026 02:13 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/2349 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

