SURVEI KEPADATAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI RT 11 KELURAHAN SUKAMERINDU KOTA BENGKULU

Wiritanaya, Sella (2026) SURVEI KEPADATAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI RT 11 KELURAHAN SUKAMERINDU KOTA BENGKULU. Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

[img] Text (fulltext)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_fulltext..pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (turnitin)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_Turnitin.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (abstrak + bab 1)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_abstrak + BAB 1..pdf - Submitted Version

Download (686kB)
[img] Text (Bab 2)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_BAB 2..pdf - Submitted Version

Download (539kB)
[img] Text (Bab 3)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_BAB 3..pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (399kB) | Request a copy
[img] Text (Bab 4)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_BAB 4..pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (427kB) | Request a copy
[img] Text (Bab 5)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_BAB 5..pdf - Submitted Version

Download (366kB)
[img] Text (Bab 6)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_BAB 6..pdf - Submitted Version

Download (309kB)
[img] Text (Ref + lamp)
SELLA WIRITANAYA_2213201056_Ref+lamp.pdf - Submitted Version

Download (904kB)

Abstract

DBD Masih merupakan permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius di Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkulu. Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat sebanyak 41 kasus DBD di wilayah tersebut, dengan risiko kejadian yang masih berlanjut hingga tahun 2025. Kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya penelitian untuk mengidentifikasi kepadatan jentik Aedes aegypti di RT 11 Kelurahan Sukamerindu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei observasional. Kepadatan jentik ditentukan melalui indikator Angka Bebas Jentik (ABJ), House Indeks (HI), Countainer indeks (CI), dan Breteau Indeks (BI). Penelitian menunjukkan ABJ sebesar 77,14%, sedangkan HI, CI, dan BI masing-masing sebesar 22,86%, 6,75%, dan 31,43%. Nilai ABJ tersebut belum mencapai standar nasional ≥95%, sementara hasil HI, CI, dan BI menunjukkan kepadatan jentik dalam kategori sedang. Karakteristik responden didominasi kelompok usia >40 tahun (62,9%), pendidikan SMA (42,9%), dan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga (37,1%). Penelitian menyimpulkan bahwa kepadatan jentik Aedes aegypti di RT 11 tergolong sedang sehingga diperlukan pengendalian tempat perkembangbiakan nyamuk secara rutin dan berkelanjutan. Disarankan kepada Masyarakat untuk menerapkan PSN melalui gerakan 3M Plus merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit DBD. Tindakan seperti menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengurangi keberadaan wadah yang dapat menampung air.

Item Type: Thesis (Skripsi (Bachelor))
Additional Information: Pembimbing: Afriyanto, M.Kes.,DPH
Uncontrolled Keywords: Aedes Aegypti, Countainer Indeks, Breteau Indeks, House Indeks, Demam Berdarah Dengue
Subjects: Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 01-Fakultas Ilmu Kesehatan > 13201-(S1) Kesehatan Masyarakat
01-Fakultas Ilmu Kesehatan > 13201-(S1) Kesehatan Masyarakat
Divisions: 01-Fakultas Ilmu Kesehatan > 13201-(S1) Kesehatan Masyarakat
Subjek Terkait > 01-Fakultas Ilmu Kesehatan > 13201-(S1) Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Mrs Hesti Ayu
Date Deposited: 10 Sep 2026 01:30
Last Modified: 10 Sep 2026 01:30
URI: http://repository.umb.ac.id/id/eprint/4447

Actions (login required)

View Item View Item