Marleni, Linna (2026) MODEL DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNTUK KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 KOTA BENGKULU. Tesis (Masters) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (turnitin)
LINNA MARLENI 2486110018_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (bab 1)
LINNA MARLENI_2486110018_COVER-BAB1_1.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (bab 2)
LINNA MARLENI 2486110018_BAB II.pdf - Submitted Version Download (371kB) |
|
|
Text (bab 3)
LINNA MARLENI 2486110018_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (600kB) | Request a copy |
|
|
Text (bab 4)
LINNA MARLENI 2486110018_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (bab 5)
LINNA MARLENI 2486110018_BAB V.pdf - Submitted Version Download (155kB) |
|
|
Text (referensi)
LINNA MARLENI 2486110018_reff-lampiran_1.pdf - Submitted Version Download (17MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa yang diajar menggunakan model Discovery Learning, Problem Solving, dan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS di SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas eksperimen I (Discovery Learning), kelas eksperimen II (Problem Solving), dan kelas kontrol (konvensional) yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis serta angket skala Likert untuk mengukur kemandirian belajar siswa. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post hoc untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelas Discovery Learning, Problem Solving, dan konvensional. Model Discovery Learning dan Problem Solving sama-sama lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara Discovery Learning dan Problem Solving. Pada variabel kemandirian belajar, hasil analisis menunjukkan bahwa Discovery Learning lebih unggul secara signifikan dibandingkan Problem Solving dan pembelajaran konvensional, sedangkan Problem Solving tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Discovery Learning merupakan model yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa, sementara Problem Solving efektif dalam meningkatkan berpikir kritis namun belum optimal dalam mengembangkan kemandirian belajar. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 di tingkat SMP.
| Item Type: | Thesis (Tesis (Masters)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1 : Dr. Hilyati Milla, M.Pd, Pembimbing 2 : Dr. Winda Ramadianti, M.Pd |
| Uncontrolled Keywords: | Discovery Learning, Problem Solving, berpikir kritis, kemandirian belajar, IPS SMP. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 09-Program Pascasarjana > 86110-(S2) Pedagogi 09-Program Pascasarjana > 86110-(S2) Pedagogi |
| Divisions: | 09-Program Pascasarjana > 86110-(S2) Pedagogi Subjek Terkait > 09-Program Pascasarjana > 86110-(S2) Pedagogi |
| Depositing User: | Mr Muammar Hafiz Khattami |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 05:22 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 05:22 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/2820 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

