Sari, Wela Puspita (2026) ANALISIS PRAKTIK TRADISI TATING-MENATING SAWAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERJANJIAN (STUDI DI DESA BUNGA MELUR KABUPATEN KAUR). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (FULLTEXT)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_FULLTEXT.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_TURNITIN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Abstrak + BAB 1)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_ABSTRAK-BAB 1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_BAB 2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 3)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_BAB 5.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Ref+ Lamp)
WELA PUSPITA SARI_2274201011_Ref-Lamp.pdf Download (2MB) |
Abstract
Tradisi Tating-Menating sawah merupakan praktik pinjam-meminjam uang dengan jaminan sawah yang dilakukan secara lisan berdasarkan kepercayaan dan kebiasaan masyarakat Desa Bunga Melur, Kabupaten Kaur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pelaksanaan Tradisi Tating-Menating sawah serta kekuatan hukum perjanjian lisan dan penyelesaian sengketanya dalam perspektif hukum perjanjian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan para informan dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Tating-Menating dilakukan melalui kesepakatan lisan mengenai jumlah pinjaman, objek jaminan, dan jangka waktu penguasaan sawah. Praktik ini merupakan hukum adat yang masih hidup sekaligus membentuk hubungan hukum perdata berupa perjanjian. Berdasarkan Pasal 1320 dan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, perjanjian tersebut memenuhi syarat sah dan memiliki kekuatan mengikat bagi para pihak. Apabila terjadi sengketa, pembuktian dilakukan sesuai Pasal 1866 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sedangkan penyelesaiannya lebih mengutamakan musyawarah, tokoh adat, dan mediasi kepala desa sebelum menempuh jalur pengadilan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Fahmi Arisandi, S.H.,M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Tradisi Tating-Menating Sawah, Perjanjian Lisan, Hukum Adat, Hukum Perjanjian. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Hildayani Hildayani |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 04:19 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 04:19 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/4179 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

