Liani, Vitaloka (2026) PENYELESAIAN SENGKETA NEBO (KAWIN LARI) MELALUI HUKUM ADAT (STUDI KASUS DI MASYARAKAT KARANG ANYAR KABUPATEN EMPAT LAWANG). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (fulltaxt)
LIANI VITALOKA_2274201081_Fulltext.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
LIANI VITALOKA_2274201081_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK + BAB 1)
LIANI VITALOKA_2274201081_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
LIANI VITALOKA_2274201081_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAb 3)
LIANI VITALOKA_2274201081_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
LIANI VITALOKA_2274201081_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (987kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
LIANI VITALOKA_2274201081_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text (referensi+lampiran)
LIANI VITALOKA_2274201081_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Nebo (kawin lari) merupakan salah satu bentuk perkawinan adat yang dilakukan tanpa melalui proses peminangan dan persetujuan orang tua sehingga sering menimbulkan sengketa antarkeluarga. Di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, penyelesaian sengketa Nebo lebih mengutamakan mekanisme hukum adat dibandingkan hukum formal negara.Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hukum adat masih hidup dan dipatuhi sebagai pedoman dalam menjaga ketertiban, keharmonisan, serta keseimbangan hubungan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa Nebo melalui hukum adat serta mengkaji hubungan antara penyelesaian tersebut dengan ketentuan hukum perkawinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala desa, ketua adat, dan pelaku Nebo, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa Nebo dilakukan melalui tahapan pelaporan, koordinasi, pemanggilan para pihak, musyawarah adat, penetapan sanksi adat apabila diperlukan, hingga tercapainya perdamaian antara kedua belah pihak. Mekanisme tersebut mengedepankan prinsip musyawarah, kekeluargaan, dan pemulihan hubungan sosial sehingga konflik dapat diselesaikan tanpa menimbulkan perselisihan berkepanjangan. Hukum adat berperan sebagai mekanisme utama dalam penyelesaian sengketa, sedangkan hukum formal berfungsi sebagai pelengkap, terutama dalam pengesahan dan pencatatan perkawinan. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya pluralisme hukum yang mencerminkan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional dalam penyelesaian sengketa perkawinan di masyarakat serta memberikan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan hukum bagi para pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr.Fahmi Arisandi S.H.,M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Nebo, Kawin Lari ,Hukum Adat , Penyelesaian Sengketa |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Atika Ledia Anggraini |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:35 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:36 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/3537 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

