SUBANDI, RIKKY (2026) i PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN SEWA BELI KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS PADA YAMAHA PANCA MOTOR BENGKULU). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (Fulltext)
RIKKY SUBANDI_2074201123_Fulltext.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
RIKKY SUBANDI_2074201123_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK + BAB 1)
RIKKY SUBANDI_2074201123_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
RIKKY SUBANDI_2074201123_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (433kB) |
|
|
Text (BAB 3)
RIKKY SUBANDI_2074201123_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (333kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
RIKKY SUBANDI_2074201123_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (438kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
RIKKY SUBANDI_2074201123_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (236kB) |
|
|
Text (Ref + Lamp)
RIKKY SUBANDI_2074201123_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (295kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria debitor yang dinyatakan wanprestasi serta mekanisme penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian sewa-beli kendaraan bermotor pada Yamaha Panca Motor Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris dengan menelaah ketentuan hukum yang berlaku serta praktik pelaksanaannya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria debitor dinyatakan wanprestasi meliputi keterlambatan pembayaran yang melampaui batas toleransi, tidak membayar angsuran, pembayaran yang tidak sesuai dengan kesepakatan, serta pelanggaran kewajiban lain di luar pembayaran. Penetapan wanprestasi dilakukan melalui tahapan peringatan dan komunikasi antara pihak perusahaan dan debitor, yang mencerminkan penerapan asas itikad baik serta upaya perlindungan konsumen.Selain itu, mekanisme penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian sewa- beli kendaraan bermotor dilakukan melalui dua jalur, yaitu non-litigasi dan litigasi. Penyelesaian non-litigasi dilakukan melalui somasi, negosiasi, restrukturisasi, dan kesepakatan bersama antara para pihak. Apabila upaya tersebut tidak mencapai hasil, maka penyelesaian dapat dilanjutkan melalui jalur litigasi, baik melalui pengadilan maupun Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Dengan demikian, setiap mekanisme penyelesaian wanprestasi harus dilaksanakan berdasarkan asas itikad baik, kepastian hukum, dan perlindungan konsumen agar tidak menimbulkan sengketa baru atau Pelanggaran Hukum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Fahmi Arisandi, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Kendaraan Bermotor, Penyelesaian Sengketa, Perlindungan Konsumen, Sewa-Beli, Wanprestasi. |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Siti Fathonah |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 04:33 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 04:33 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/2556 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

