TINJAUAN TERHADAP HARTA PUSAKO RENDAH DAN HARTA BERSAMA PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM

Yanti, Lidia Gusni (2026) TINJAUAN TERHADAP HARTA PUSAKO RENDAH DAN HARTA BERSAMA PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM. Tesis (Masters) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

[img] Text (Fulltext)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_Fulltext.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (688kB) | Request a copy
[img] Text (Turnitin)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_Turnitin.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (ABSTRAK + BAB 1)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB 2)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_BAB 2.pdf - Submitted Version

Download (394kB)
[img] Text (BAB 3)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_BAB 3.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (319kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_BAB 4.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (455kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_BAB 5.pdf - Submitted Version

Download (312kB)
[img] Text (Ref + Lamp)
LIDIA GUSNI YANTI_2274201105_Ref+lamp.pdf - Submitted Version

Download (1MB)

Abstract

Perceraian tidak hanya mengakhiri hubungan suami istri, tetapi juga menimbulkan akibat hukum terhadap penguasaan dan pembagian harta yang diperoleh selama perkawinan. Dalam masyarakat Minangkabau, persoalan harta pasca perceraian memiliki karakteristik tersendiri karena dipengaruhi oleh sistem kekerabatan matrilineal yang hidup berdampingan dengan hukum Islam sebagai sistem hukum yang dianut oleh mayoritas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan harta pusako rendah dan harta bersama pasca perceraian menurut hukum adat Minangkabau dan hukum Islam serta mekanisme penyelesaian sengketanya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif sosiologis dan antropologis hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum adat Minangkabau, harta pusako rendah yang semula merupakan hasil usaha keluarga inti dapat berubah menjadi harta komunal apabila telah diikat sebagai harta kaum sehingga tidak dapat dibagi setelah perceraian. Sebaliknya, harta bersama tetap berada dalam lingkup keluarga inti dan dapat dibagi secara adil. Dalam perspektif hukum Islam, harta yang diperoleh selama perkawinan dipandang sebagai bentuk syirkah dan pembagiannya didasarkan pada prinsip keadilan. Penyelesaian sengketa umumnya dilakukan melalui musyawarah adat, sedangkan Pengadilan Agama menjadi jalur formal apabila musyawarah tidak mencapai kesepakatan.

Item Type: Thesis (Tesis (Masters))
Additional Information: Pembimbing : Dr. Sinung Mufti Hangabei, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Harta Pusako Rendah, Harta Bersama, Perceraian, Hukum Adat Minangkabau, Hukum Islam
Subjects: Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum
06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum
Divisions: 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum
Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs Siti Fathonah
Date Deposited: 16 Apr 2026 02:08
Last Modified: 16 Apr 2026 02:08
URI: http://repository.umb.ac.id/id/eprint/2541

Actions (login required)

View Item View Item