Kusnadi, Septian (2025) PENEGAKAN HUKUM DALAM PERDAGANGAN ILEGAL BATU HIAS (STUDI PUTUSAN NOMOR:40/PID.SUS/2024/PN.MNA). Skripsi (Bachelor) thesis, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
|
Text (Fulltext)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_Fulltext.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (Turnitin)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_Turnitin.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK + BAB 1)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_ABSTRAK+BAB 1.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 2)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (349kB) |
|
|
Text (BAB 3)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (311kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (442kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (175kB) |
|
|
Text (Ref + Lamp)
SEPTIAN KUSNADI_2174201038_Ref+Lamp.pdf - Submitted Version Download (542kB) |
Abstract
Permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat salah satunya adalah tindak pidana perdagangan ilegal batu hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengetahui bagaimana penegakan hukum tindak pidana perdagangan ilegal batu hias di Kabupaten Bengkulu Selatan dan untuk mengetahui bagaimana apa saja faktor penghambat dalam penegakan hukum terhadap pelaku perdagangan ilegal batu hias di Kabupaten Bengkulu Selatan. Selaras dengan tujuannya, penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Dalam penelitian ini diketahui bahwa penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana perdagangan ilegal batu hias di Bengkulu Selatan secara umum telah berjalan dengan efektif. Hal ini terlihat dari kesigapan aparat dalam menerima laporan, melakukan penyelidikan, menangkap pelaku, serta memproses perkara hingga ke tahap pengadilan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Polres Bengkulu Selatan juga telah menjalin kerja sama yang baik dengan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan pihak kehutanan dalam mengidentifikasi asal-usul batu hias dan menelusuri jalur peredarannya. Selain itu keberhasilan aparat dalam menekan angka perdagangan ilegal batu hias menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif melalui sosialisasi dan patroli rutin di daerah rawan. Dengan demikian keberlanjutan efektivitas ini perlu didukung oleh pembaruan sarana prasarana, peningkatan kapasitas aparat, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Peneghukum terhadap pelaku perdagangan ilegal batu hias di Kabupaten Bengkulu Selatan pada dasarnya telah dilakukan oleh aparat penegak hukum, namun masih terdapat berbagai hambatan. Meskipun terdapat upaya penindakan, lemahnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan sumber daya manusia dan sarana pendukung, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas proses hukum. Oleh karena itu penegakan hukum di wilayah ini memerlukan pendekatan yang lebih terpadu, melibatkan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat, guna memastikan perlindungan terhadap kekayaan alam dan terciptanya kepastian hukum yang berkeadilan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi (Bachelor)) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Rangga Jayanuarto, S.H, M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Penegakan Hukum, Tindak Pidana Perdagangan Ilegal |
| Subjects: | Universitas Muhammadiyah Bengkulu > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Divisions: | 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum Subjek Terkait > 06-Fakultas Hukum > 74201-(S1) Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Hildayani Hildayani |
| Date Deposited: | 07 Nov 2025 05:14 |
| Last Modified: | 07 Nov 2025 05:14 |
| URI: | http://repository.umb.ac.id/id/eprint/2233 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

